AyatAl Quran yang menjelaskan wali Allah adalah: 1. Ali 'Imran ayat 31. Arab latin: Qul ing kuntum tuḥibbụnallāha fattabi'ụnī yuḥbibkumullāhu wa yagfir lakum żunụbakum, wallāhu RijalulGaib adalah makhluk ciptaan Allah yang kasat mata/tidak tampak oleh mata manusia Amalan ini berguna untuk bertemu dan bersahabat dengan orang-orang suci/wali yang biasanya disebut Rijalul Ghaib Tugasnya adalah untuk menjalankan perintah Allah dalam membantu manusia memenuhi segala kebutuhannya The voice then furthers add on that this Thebook is about Tasawwaf Ilmu wifiq, rajah, azimat dan asma' merupakan ilmu yang sangat populer di negeri Arab أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Uyub Al-Nafsi wa Dawaa'uha Oleh Imam Abu Abdul Rahman Al-Sulamiy (325H-412H) Muqaddimah Saya telah diminta oleh beberapa orang syeikh r 9 Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syarif Hidayatullah. Ia berdakwah di daerah Cirebon. Di sana, Sunan Gunung Jati mendirikan kerajaan Cirebon dan melepaskan diri dari pengaruh Padjajaran. Hal ini membuat Sunan Gunung Jati menjadi satu-satunya wali songo yang juga memiliki kedudukan sebagai raja. NamaWalad adalah rekomendasi terbaik untuk para orang tua beragama muslim karena bermakna baik dan indah, sesuai dengan syariat menurut Al-Qur'an. Selain unik, nama Walad juga terdengar sangat keren dan modern. Nama yang bermula huruf W dengan akhiran D ini cocok dirangkai menjadi nama depan, nama tengah, maupun nama panjang atau nama belakang. NamaNama 9 Wali. Sesuai dengan namanya ada 9 tokoh yang termasuk dalam wali songo. Berikut ini nama-nama Wali Songo beserta nama asli nya. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Sunan Ampel (Raden Rahmat). Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim). Sunan Drajat (Raden Qasim). Sunan Kudus (Ja'far Shadiq). UlamaBanjar, Asal-usul Datu Surya Mangku Alam Bergelar Datu Kandang Haji. Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah di zaman dahulu tidaklah semudah sekarang. Mereka yang berasal dari Indonesia, melaksanakan rukun Islam kelima tersebut harus berbulan-bulan menempuh perjalanan mengarungi laut. Hal demikian juga dialami Datu Surya Sakti Mangku Dibentuk 19 Mei 1946. Pejabat pertama. R. T. Sindoeredjo. Situs web. www .surakarta .go .id. Wali Kota Surakarta adalah kepala daerah tingkat II yang memegang pemerintahan di Surakarta bersama dengan Wakil Wali Kota dan 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta dipilih melalui pemilihan DaftarNama Wali-Wali Allah yang Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa : 1. Sunan Giri / Raden Paku / Ainul Yaqien 2. Sunan Bonang / Raden Maulana Makdum Ibrahim 3. Sunan Ampel / Raden Rachmad 4. Sunan Drajat / Raden Qosim Syarifuddin 5. Sunan Muria / Raden Syaid 6. Sunan Gunung Jati / Fatahilah / Fattahillah / Syarif Hidayatullah 7. 5 Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Tanjung Emas seluas 500 hektare yang berada di Semarang, Jawa Tengah ini memiliki sebuah mercusuar bernama mercusuar Willerm 3. Itulah daftar nama bandara dan pelabuhan yang terbesar di Indonesia, yang perlu diketahui. Kontributor : Rishna Maulina Pratama. ParaWali Allah Di Tanah Jawa. Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten - 14 December 2017 Bagikan Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. dan merupakan keturunan ke-23 dari NAbi Muhammad Nama asli dari sunan drajat adalah masih munat. masih munat 1 Maulana Maghribi. Nama aslinya adalah Maulana Malik Ibrahim. Diperkirakan lahir di Uzbekistan, Asia Tengah. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni Desa Sembalo, desa yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, 9 kilometer utara Kota Gresik. Sabtu23-07-2022,09:00 WIB. ilustrasi inspirasi nama hewan peliharaan ikan koi-patpayen-pixabay.com. JURNALIS INDONESIA - Mulai dari A sampai Z, ini dia deretan Inspirasi Nama Ikan Koi yang mulai dari Mitos, Sejarah hingga Budaya Pop yang bisa Anda jadikan inspirasi. Mungkin Anda sedang mencari nama-nama hewan peliharaan seperti untuk nama. Dilihatdi lauhil mahfudz, nama wanita ini tidak ada di barisan para wali-wali Allah. Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Allah untuk mengetahui siapa wanita ini dan apa yang menjadi amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat. Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh Ilustrasi Laut lepas (Foto: The Jakarta Globe) CLOSE. Ini kisah yang turun temurun diceritakan tentang karomah wali Allah yang bisa berjalan di atas air dan mengangkat kapal yang tenggelam. Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan siap mengarungi samudera, meninggalkan pelabuhan di Mesir. ii46. Surabaya - Siapa yang tidak kenal Wali Songo? Masyarakat beragama muslim di Indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan Wali Songo. Para Wali Songo tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa dikenal gigih menyebarkan ajaran agama Islam pada abad ke 14 di tanah Jawa dan kerap berdakwah tanpa memaksa harus masuk Jawa Timur, ada 5 Wali Songo yang lokasi makamnya membentang dari Surabaya hingga ke Kota Tuban. Makamnya pun terawat dengan bagus. Hingga kini ke-5 makam waliyulloh tersebut ramai dikunjungi peziarah. Ke-5 Wali Songo itu yakni Sunan Ampel Surabaya, Sunan Giri, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat Lamongan dan Sunan Bonang Tuban. Berikut 5 Nama dan Makam Wali Songo dan Nama Aslinya tersebar di Jatim, Sudah Tahu?1. Sunan Ampel atau Raden RahmatSalah satu anggota Wali Songo yang memiliki peranan penting dalam pengembangan dakwah Islam di Pulau Jawa adalah Sunan Ampel. Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481. Petilasan Sunan Ampel berada di jantung Kota Surabaya atau sebelah barat Masjid Ampel di Jalan Ampel, Petukangan I, Ampel, Kecamatan Ampel menempati peranan penting penyebaran Islam di Indonesia. Sunan Ampel juga pembina pondok pesantren pertama di Jawa Timur. Salah satu muridnya yang paling terkenal adalah Sunan Giri, Gresik, Raden Patah yang makamnya ada di Kota Demak dan Mbah HisyamudinHingga kini makam Sunan Ampel sering dikunjungi wisatawan untuk melihat sejarah dan juga untuk mengalap Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik IbrahimSunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Maulana Maghribi Syekh Maghribi. Sunan Gresik diperkirakan lahir pada pertengahan abad ke 14. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti sejarah tempat dan tahun Gresik dimakamkan di Jalan Malik Ibrahim Desa Gapurosukolilo, Kota Gresik, Jawa Timur. Sunan Gresik berasal dari keluarga muslim yang taat. Kendati ia belajar agama Islam sejak kecil, namun tidak diketahui siapa saja gurunya hingga ia menjadi abad ke-14, Sunan Gresik ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam ke Asia Tenggara. Ia berlabuh di Desa Leran, Gresik. Saat itu, Gresik merupakan bandar Kerajaan Majapahit. Tentu saja masyarakat saat itu banyak yang memeluk agama Hindu dan Buddha. Di Gresik, dia menjadi pedagang dan tabib di sela-sela Gresik berdakwah berdagang di tempat terbuka dekat pelabuhan agar masyarakat tidak kaget dengan ajaran baru yang dibawanya. Sunan Gresik berhasil mengundang simpati masyarakat, termasuk Raja Brawijaya. Akhirnya, ia diangkat sebagai Syahbandar atau kepala hanya jadi pedagang andal, Sunan Gresik juga mengajarkan cara bercocok tanam kepada masyarakat kelas bawah yang selama ini dipandang sebelah mata. Karena strategi dakwah inilah, ajaran agama Islam secara berangsur-angsur diterima oleh masyarakat religi Makam Sunan Drajat/ Foto Istimewa3. Sunan GiriSunan Giri memiliki nama asli Raden Paku. Sunan Giri merupakan putra Maulana Ishak. Semasa hidupnya ditugaskan Sunan Ampel untuk menyebarkan ajaran agama Islam di Blambangan. Makamnya berada di Jalan Sunan Giri Gresik Kecamatan Giri pernah belajar di Pesantren Ampel Denta dan melakukan perjalanan haji bersama Sunan Bonang. Saat itu, Sunan Giri mendirikan sebuah pesantren di daerah Giri. Sunan Giri juga dikenal sebagai sang ahli tata berada di ketinggian sekitar 120 meter di atas permukaan laut. Kompleks ini masih mempertahankan gaya bangunan Kerajaan Astana Giri Kedaton. Area makam utama Sunan Giri dikelilingi tembok dengan ukiran Sunan DrajatSunan Drajat atau Raden Qasim Makam utama Sunan Drajat berada di dalam cungkup yang dindingnya diukir dengan relief. Di dekat kompleks makamnya, terdapat pula Museum Sunan Drajat yang berisi gamelan kuno milik Sunan Drajat dan beberapa alat musik tradisional makamnya berada di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Sunan Drajat menyebarkan agama Islam di Lamongan dan memiliki perhatian yang sangat besar terhadap masalah datang ke Desa Banjaranyar, Paciran, dia mendatangi pesisir Lamongan yang gersang bernama Desa Jelak. Masyarakat sekitar masih menganut agama Hindu dan Buddha. Di desa tersebut, Sunan Drajat membangun musala untuk beribadah dan mengajarkan agama Drajat juga membangun daerah baru di dalam hutan belantara. Dia mengubahnya menjadi daerah yang berkembang, subur, serta makmur. Daerah tersebut bernama Drajat dan akhirnya diberi gelar Sunan Drajat merupakan Wali Songo yang memiliki banyak nama, yaitu Sunan Mahmud, Sunan Mayang Madu, Sunan Muryapada, Raden Imam, dan Maulana Hasyim. Pada 1484, dia diberi gelar oleh Raden Patah dari Demak, yaitu Sunan Mayang Sunan BonangSunan Bonang salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran agama Islam di Tanah Jawa. Ia memiliki nama asli Syekh Maulana Makdum Ibrahim, putra dari Sunan Ampel dan Dewi Condrowati Nyai Ageng Manila.Makamnya berada di Jalan KH Mustain Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban. Saat memasuki komplek pemakaman tampak 3 gapura bergaya Bonang menyebarkan ajaran agama Islam dengan cara menyesuaikan diri terhadap corak kebudayaan masyarakat Jawa. Seperti diketahui, orang Jawa sangat menggemari wayang dan musik itulah, Sunan Bonang menciptakan gending-gending yang memiliki nilai-nilai keislaman. Setiap bait lagu ciptaannya diselingi ucapan dua kalimat syahadat sehingga musik gamelan yang mengiringinya kini dikenal dengan istilah sekaten. Simak Video "Batu Ini Konon Tempat Sujud Sunan Bonang di Rembang" [GambasVideo 20detik] fat/fat Ketika disebut kata wali maka yang langsung terbayang dalam benak kita adalah suatu keanehan, ke-nyleneh-an, dan kedigdayaan. Itulah yang dapat ditangkap dari pemahaman masyarakat terhadap wali ini. Maka bila ada orang yang bertingkah aneh, apalagi kalau sudah dikenal sebagai kyai, mempunyai indera keenam sehingga mengerti semua yang belum terjadi, segera disebut sebagai wali. Lalu siapakah wali Allah yang sebenarnya?Definisi WaliWali Allah Adalah yang Beriman Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa SallamDefinisi WaliSecara etimologi, kata wali adalah lawan dari aduwwu musuh dan muwaalah adalah lawan dari muhaadah permusuhan. Maka wali Allah adalah orang yang mendekat dan menolong agama Allah atau orang yang didekati dan ditolong Allah. Definisi ini semakna dengan pengertian wali dalam terminologi Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang beriman dan selalu bertaqwa.” Yunus 62 – 64Dari ayat tersebut, wali adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya yang termaktub dalam Al Qur’an dan terucap melalui lisan Rosul-Nya, memegang teguh syariatnya lahir dan batin, lalu terus menerus memegangi itu semua dengan dibarengi muroqobah terawasi oleh Allah, kontinyu dengan sifat ketaqwaan dan waspada agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang dimurkai-Nya berupa kelalaian menunaikan wajib dan melakukan hal yang diharomkan Lihat Muqoddimah Karomatul Auliya’, Al-Lalika’i, Dr. Ahmad bin Sa’d Al-Ghomidi, 5/8.Ibnu Katsir rohimahulloh menafsirkan Allah Ta’ala menginformasikan bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Siapa saja yang bertaqwa maka dia adalah wali Allah Tafsir Ibnu Katsir, 2/384.Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh juga menjelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin bahwa wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mereka merealisasikan keimanan di hati mereka terhadap semua yang wajib diimani, dan mereka merealisasikan amal sholih pada anggota badan mereka, dengan menjauhi semua hal-hal yang diharamkan seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara yang harom. Mereka mengumpulkan pada diri mereka kebaikan batin dengan keimanan dan kebaikan lahir dengan ketaqwaan, merekalah wali Allah Adalah yang Beriman Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa SallamSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya yang berjudul Al Furqon Baina Auliya’ir Rohman wa Auliya’us Syaithon hlm. 34 mengatakan “Wali Allah hanyalah orang yang beriman kepada Rasulullah ShallAllahu alaihi wa sallam, beriman dengan apa yang dibawanya, dan mengikuti secara lahir dan batin. Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan wali-Nya, namun tidak mengikuti beliau maka tidak termasuk wali Allah bahkan jika dia menyelisihinya maka termasuk musuh Allah dan wali setan. Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’.” Ali Imron 31Hasan Al Bashri berkata “Suatu kaum mengklaim mencintai Allah, lantas Allah turunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”.Allah sungguh telah menjelaskan dalam ayat tersebut, barangsiapa yang mengikuti Rasulullah ShollAllahu alaihi wa sallam maka Allah akan mencintainya. Namun siapa yang mengklaim mencintai-Nya tapi tidak mengikuti beliau ShallAllahu alaihi wa sallam maka tidak termasuk wali Allah. Walaupun banyak orang menyangka dirinya atau selainnya sebagai wali Allah, tetapi kenyataannya mereka bukan uraian di atas, terlihat bahwa cakupan definisi wali ini begitu luas, mencakup setiap orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan. Maka wali Allah yang paling utama adalah para nabi. Para nabi yang paling utama adalah para rasul. Para Rasul yang paling utama adalah ulul azmi. Sedang ulul azmi yang paling utama adalah Nabi kita Muhammad ShallAllahu alaihi wa sangat salah suatu pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu hanya monopoli orang-orang tertentu, semisal ulama, kyai, apalagi hanya terbatas pada orang yang memiliki ilmu yang aneh-aneh dan sampai pada orang yang meninggalkan kewajiban syari’at yang dibebankan padanya. Wallahu a’lam.Disarikan dari Majalah Al Furqon dengan sedikit tambahanBaca Juga Salah Kaprah Mengenai Wali dan Karomah***Penulis Abu Isma’il Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Jakarta - Wali songo atau biasa disebut juga wali sanga adalah sebutan untuk 9 orang wali yang berperan penting dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia. Wali songo sangat terkenal di pulau Jawa, namun tak banyak yang tahu nama asli para ulama penyebaran agama Islam di Jawa terjadi saat keruntuhan Kerajaan Majapahit yang disusul dengan berdirinya Kerajaan Demak. Saat itu, wali songo sebagai ulama penyebar agama Islam memiliki wilayah penyebaran masing-masing berikut dengan bukti harfiah wali songo memiliki makna sebagai seseorang yang telah mencapai derajat tinggi dan memiliki pengetahuan agama yang baik. Masyarakat Jawa kerap menyebut wali songo sebagai sunan. Dalam bahasa Jawa, Sunan kerap dikaitkan sebagai sebutan untuk orang yang dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII karya Drs. Imam Subchi, MA, disebutkan bahwa Wali Songo artinya sembilan orang yang telah mencapai tingkat wali, suatu derajat tingkat tinggi yang mampu mengawal babahan hawa sanga mengawal sembilan lubang dalam diri manusia, sehingga memiliki peringkat 9 orang wali yang nama-nama setiap wali ini biasanya disesuaikan dengan tempat tinggalnya. Sebut saja misalnya Sunan Ampel, Sunan Bonang hingga Sunan Kalijaga. Setiap wali memiliki peran masing-masing dalam menyebarkan agama Islam khususnya di pulau Maulana Malik Ibrahim Sunan GresikNama aslinya adalah Maulana Malik Ibrahim. Diperkirakan lahir di Uzbekistan, Asia Tengah. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni Desa Sembalo, desa yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar. Lokasinya sekitar 9 kilometer arah utara Kota Maghribi meninggal pada tahun 1419 usai membangun pondokan yang digunakan sebagai tempat belajar agama di Leran. Makamnya terdapat di kelurahan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hingga saat ini makam Maulana Maghribi masih kerap disambangi para peziarah dari berbagai Sunan AmpelSunan Ampel memiliki nama asli Raden Rahmat dan ia merupakan putra dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. Sunan Ampel datang ke Pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama adiknya Sayid Ali Ampel diambil dari daerah bernama Ampel Denta, daerah rawa yang dihadiahkan raja Majapahit kepadanya. Di tempat inilah, ia memulai aktivitasnya mendirikan pesantren Ampel Denta, dekat dengan Surabaya. Ia wafat pada tahun 1491 M dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Sunan BonangSunan Bonang adalah anak dari Sunan Ampel atau cucu dari Maulana Malik Ibrahim. Nama asli Sunan Bonang adalah Raden Makdum Ibrahim. Mulanya, ia berdakwah di Kediri yang mayoritas penduduknya beragama menetap di Desa Bonang, Lasem, Jawa Tengah. Di sana, Sunan Bonang mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Watu Layar. Ia kemudian wafat pada tahun 1525 M dan dimakamkan di Tuban, sebelah barat Masjid Sunan DrajatNama asli Sunan Drajat adalah Raden Qasim yang kemudian mendapat gelar menjadi Raden Syarifuddin. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Dia adalah putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya. Ia juga saudara dari Sunan Drajat berdakwah di sebuah desa bernama Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Nama desa inilah yang kemudian dijadikannya sebagai sebutan Sunan Drajat. Semasa menyebarkan agama Islam, ia mendirikan mushola atau surau yang dimanfaatkan sebagai tempat Sunan GiriSunan Giri adalah nama salah seorang wali songo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton. Sunan Giri memiliki nama asli Maulana 'Ainul Yaqin. Sunan Giri juga memiliki beberapa nama panggilan, diantaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko terkenal di daerah Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Meskipun berada di Gresik, tetapi pengaruh ajaran Islam dari Sunan Giri bisa sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi bahkan Maluku. WALI SONGO Syaikh Maulana Malik Ibrahim, Kota Gresik. Kanjeng Sunan Ampel R. Rahmat Ampel Semampir – Surabaya. Kanjeng Sunan Giri Ainul Yaqin Kebomas Gresik. Kanjeng Sunan Bonang R. Makhdum Kutorejo, Kota Tuban. Kanjeng Sunan Drajad R. Qosim Drajad, Paciran Lamongan. Kanjeng Sunan Muria Umar Said Muria, Dawe Kudus. Kanjeng Sunan Kudus Ja’far Shoddiq Menara, Kota Kudus. Kanjeng Sunan Kalijaga R. Syahid Kadilangu, Kota Demak. Kanjeng Sunan Gunungjati Syarif Hidayatullah Astana Gunungjati Cirebon. Auliya’ was Sholihin fi Jawa as-Sarqiyyah 1. Syeikh Maulana Abdul Qodir Khoiri, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 2. Syeikh Maulana Abdullah Sholih Istambul, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 3. Syeikh Muhammad Hirman Arruman, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 4. KH. Anis Ibrahim, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 5. KH. Ahmad Siddiq, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 6. Kyai Bani’askar, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 7. KH. Hamim Djazuli Gus Miek, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 8. KH. Imam Thoha, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 9. KH. Yasin Yusuf, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 10. Kyai Ma’ruf Alhafidh, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 11. KH. Muslim Hanan, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 12. KH. Rochmad Zuber, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 13. Letda. Akhyar, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 14. M. Asmu’I, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 15. Nyai Hj. Mardliyah, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 16. Kyai Hamzah 17. Kyai Imam Nawawi, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 18. Kyai Imam As’ari, Maqbaroh Tambak Ngadi Kediri 19. Sunan Malaka Daleman Gelis Bangkalan 20. Mbah Saniyah Batuampar Madura 21. Kyai Abu Syamsuddin Batuampar Sampang Madura 22. Kyai Ahmad Joko Tole Sumenep Madura 23. Syech Kholil Batuampar Bangkalan Madura 24. Sayyid Yusuf Sumenep Madura 25. Sayyid Abdurrohman Galis Cleret Madura 26. Sayyid Syaifuddin Bangkalan Martajasa Madura 27. Nyai Syarifah Ambamy Bangkalan Air Mata Ibu Madura 28. Sunan Cendana Sayyid Zainal Abidin Kwanyar Sumenep Madura. 29. Datuk Ibrahim Lateng Banyuwangi 30. Sayyid Ahmad Lateng Banyuwangi 31. Syech Abdurrahman Lateng Banyuwangi 32. Habib Hadi Alhadad Ketapang Banyuwangi 33. Syech Muhajar Bendo Pare Kediri 34. Kyai Abdullah Mun’im Kemayan, Ngadi, Mojo Kediri 35. Kyai Abd. Basyir Kemayan, Ngadi, Mojo Kediri 36. Kyai Abd. Hasyim Kemayan, Ngadi Mojo Kediri 37. Habib Moh. Thohir Baabud Pelem, Mojo Kediri 38. Kyai Yahya Baran, Mojo Kediri 39. Kyai Imam Maki Karangkates, Mojo Kediri 40. Kyai Jazuli Usman Ploso, Mojo Kediri 41. Kyai Abdul Jalil Joyo Ulomo Mojo Kediri 42. Kyai Abd. Jamal Batokan, Mojo Kediri 43. Kyai Abd. Hamid Randulawang Kediri 44. Kyai Ma’sum Randulawang Kediri 45. Kyai Abubakar Bandarkidul Kediri 46. Kyai Munir Bahri Bandarkidul Kediri 47. Kyai Ali Ma’lum Bandar Mlati Kediri 48. Kyai Abd. Majid Kedunglo Kediri 49. Kyai Ma’ruf Kedunglo Kediri 50. Kyai Marzuqi Lirboyo Kediri 51. Syech Mahrus Ali Lirboyo Kediri 52. Syech Abd. Manaf Karim Lirboyo Kediri 53. Kyai Ya’qub Lirboyo Kediri 54. Kyai Sulaiman Washil Setonogedong Kediri 55. Kyai Jumadil Kubro Mbetek Kediri 56. R. Syarifuddin Mangkuyudo Mbetek Kediri 57. Kyai Jakfar Umaiyah Darmoyudo Mbetek Kediri 58. Kyai Abdulqodir Setonogedong Kediri 59. Kyai Abdullah Mursyad Setonolandean Kediri 60. Kyai Dahlan Mutih, Jampes Kediri 61. Nyai Ujang Sholih Mutih Jampes Kediri 62. Syech Ikhsan Mutih, Jampes Kediri 63. Gus Baji Mutih, Jampes Kediri 64. Kyai Abdullah Umar Sumberdringo Kediri 65. Kyai Badrussholih Purwosari Kediri 66. Kyai Dimyati Wlingi Blitar 67. Kyai Kholil Nggebongan Blitar 68. Kyai Abd. Ghofur Mantenan Blitar 69. Kyai Ahya’ Kunir Srengat Blitar 70. Syech Subaqir Penataran Blitar 71. Kyai Imam Hambali bin Ahmad Cemandi, Kunir Blitar 72. Presiden Soekarno Kota Blitar 73. Kyai Hamid M Minak Lelono Padangan Bojonegoro 74. Kyai As’ari Keras Tebuireng Jombang 75. Kyai Mursidin Mojoagung Jombang 76. Kyai Alif Mojoagung Jombang 77. Syech Sulaiman bin Dawud Mojoagung Jombang 78. Kyai Daman Huri Betek Mojoagung Jombang 79. Sunan Ngudung Mojoagung Jombang 80. Syech Tamim Irsyad Pajaran Peterongan Jombang 81. Syech Hasyim As’ari Tebuireng Jombang 82. Syech Romli Tamim Rejoso Peterongan Jombang 83. Syech Musta’in Romli Rejoso Peterongan Jombang 84. Syech Rifa’i Romli Rejoso Peterongan Jombang 85. Syech Sonhaji Romli Rejoso Peterongan Jombang 86. Syech Umar Tamim Rejoso Peterongan Jombang 87. Nyai. S Fatimah Leran Manyar Gresik 88. Sunan Prapen Klangonan Kebomas Gresik 89. Habib Abu Bakar Jl. Kauman Kota Gresik 90. Wiratnudatar Cukundul Cikalong W Cianjur 91. Dzatul Kahfi Astana Gunungjati Cirebon 92. Mbah Imam Hanafi Astana Gunungjati Cirebon 93. Raden Fatah Bintoro Kota Demak 94. Kyai Abdulhadi Giri Kusumo Mranggen Demak 95. R. Kian Santang Suci Godoa Garut 96. Ki Ageng Selo Kyai Kholil Purwodadi Grobogan 97. Kyai Ganjur Sirojuddin Gubug Purwodadi Grobogan 98. Habib Khuzen Luar Batang pasar Ikan Jakarta Utara 99. Kyai Abdul Aziz Tempurejo Jember 100. Kyai Siddiq Condro Jember 101. Habib Sholeh bin Muhsin Tanggul Jember 102. Syech Abu Bakar Pulau Panjang Jepara 103. Syech Usman haji Benteng Pulau Mondoliko Jepara 104. Sultan hadirin Mantingan Jepara 105. Kyai Dimyati Sukri Demeling Mlonggo Jepara 106. Syech Maulana Magrobi Wodobodro Batang 107. Ki Ageng Gringsing Gringsing Batang 108. Syech Izroil Gunung Santri, Cilegon Banten 109. Syech Hassanudin Banten Lama Banten 110. Syech Mansyur Cikaduwen kramat Pandeglang Banten 111. Syech Asnawi Caringin Banten 112. Sulatan Hasanuddin Banten Kasemen Serang Banten 113. Syech Yusuf bin Hasanuddin Kasemen Serang Banten 114. Sayid Ali Alhadad Banjarmasin 115. Syech Qurrotulain Pulaubata Wuadas Karawang 116. Kyai Singaperbangsa Leran Wuadas Karawang 117. Sunan Nyamplungan Syech Amir Hasan Karimunjawa Karimunjawa 118. Kyai Hasan Nawawi Jabalekat Tembayat Klaten 119. Kyai Dardari Warsito Palar Klaten 120. Syech Abu Hasan Sadzali Ngejenu Dawe Kudus 121. Kaliyetno Ternadi Dawe Kudus 122. Kyai Arwani Bulu Kudus 123. Syech Maulana Mansur Sendang Duwur Paciran Lamongan 124. Syech Tubagus Ali Menggala Tulang Bawang Lampung 125. Kyai Anom Besari Grabahan Kuncen Mejayan Caruban Madiun 126. Kyai Abiyoso Pertapaan Ngukiran Awangrejo Caruban Madiun 127. Sunan Geseng Tirto, Grabag Magelang 128. Pangeran Pekik Gunung Andong, Tirto Magelang 129. Syech Abu yamin Tejo, Belang, Grabag Magelang 130. Kyai Jogoreso Goes. Jogo Gunungpring Watucongol Magelang 131. Syech Subakir Tidar Magelang 132. Kyai Hasan as’ari Mangli Magelang 133. Raden Santri Gunungpiring Watucongol Magelang 134. Syech Ma’sum Pondok Salaman Magelang 135. Syech Abd. Hamid Kajoran Magelang 136. Kyai Dulngadim Baidowi Ngantang Malang 137. Kyai Zakaria Mbah Njugo Gunung Kawi Malang 138. Kyai Imam Sujono Gunung Kawi Malang 139. Syech Jumadil Qubro Trowulan Mojokerto 140. Syech Fatahillah Mangunsari Nganjuk 141. Kyai Mahfud Khoin Ampel, Ngliman Nganjuk 142. Kyai Nur Kholifah Sitores, Sawahan Nganjuk 143. Kyai Amir Mahmud Ngliman Nganjuk 144. Kyai Mustajab Gompol, Prambon Nganjuk 145. Sayid Abu Khoiri Patihan Rowo Sawalan, Pakuncen Nganjuk 146. Kyai Zaenuddin Mojosari Nganjuk 147. Kyai Mughofar Mantenan Pacitan 148. Syech Maulana Mansyur Cikaduen Cikaduen Pandeglang 149. Syech Asnawi Ciwaringin Lubuhan Pandeglang 150. Syech Abd. Hamid Jl. Jawa , Kota Pasuruan 151. Habib Jafar bin Syaikhthon Assegaf Pasuruan 152. Syech jangkung Landoh Kayen Pati 153. Sunan Prawoto Prawoto Sukolilo Pati 154. Kyai Ahmad Mutamakin Kajen Margoyoso Pati 155. Kyai Ronggo Kusumo Ngemplak Margoyoso Pati 156. Ki Ageng Giringan Pundenrejo Tayu Pati 157. Kyai Sholeh amin Tayu Pati 158. Habib Alwy Ahmad Ba Alawy Pungel Pati 159. Habib Mahdum Alathos Pungel Pati 160. Haji Nur Asnawi Muga Bating Walang Songo Pemalang 161. Kyai Ahmad M. Abdullah Muga Bating Walang Songo Pemalang 162. Betoro Katong Ponorogo 163. Syech Hasan Besari Tegalsari Ponorogo 164. Kyai Hasan Anom Jetis Ponorogo 165. Kyai Nur Hasan Genggong Probolinggo 166. Mbah Mustoleh Sidaraja Purwokerto 167. Kyai Imam Setubun Sarang Rembang 168. Syech Hamzah Nlapan Sedan Rembang 169. Kyai Sambu Dekdo Lasem Rembang 170. Kyai Ma’sum Lasem Rembang 171. Kyai Abdurohman Basaiwan Lasem Rembang 172. Syech Kholil Kasingan Rembang 173. Datuk Abdullah Batam Riau 174. Syech AbdurrahmanAbdullah Selomanik Kalilembu Wonosobo 175. Syech Sabaruddin sendangdalem Wadaslintang Kebumen 176. Gunung Ungaran Ungaran Semarang 177. Kyai Sholeh Gunung Berguto Semarang 178. Sunan Katong Kaliwungu kendal Semarang 179. Kyai Musyafak Kaliwungu kendal Semarang 180. Kyai Sholeh Darat Bergoto Pajang Kota Semarang 181. Kyai Muntoho bin Zarkasi Krian Sidoarjo 182. Syech Mas’ud Goes. Ud Pagerwojo Sidoarjo 183. Kyai Syarif Kedung Gudel Kenep Solo 184. Ki Ageng Anis Laweyan Solo 185. Mbah Hasan Miwar Gading Solo 186. Hadi Wijoyo Joko Tingkir Mbutuh Plupuh Sragen 187. Pangeran Samodro Gungung kemukus Sumberlawang Sragen 188. Sayid Mansyur Pasarturi Surabaya 189. Kyai Djazuli bin Mursad Pasarturi Surabaya 190. Kyai Abu Hasan Manunggal Surabaya 191. Kyai Maulana A. bin Karimah Kembang Kuning Surabaya 192. Mbah Sonhaji Ampel Surabaya 193. Mbah Sholeh Ampel Surabaya 194. Kyai Ageng Bungkul Darmo Wonokromo Surabaya 195. Syech Abdul Muhyi Suparwadi Pamijahan Tasikmalaya 196. Syech Magrobi Petarukan Tegal 197. Kyai Begawan Turesmi Santren Trenggalek 198. Kyai Abd. Hamid Ngantru Trenggalek 199. Kyai Mas’uibarean Panggul Trenggalek 200. Kyai Boedowi Hudoyono Gunungcilik, Nggador Trenggalek 201. Kyai Yahudo Nglorok, Pacitan Trenggalek 202. Kyai Mesir Semarum, Durenan Trenggalek 203. Kyai Nurmuzdalifah Santren Trenggalek 204. Kyai Nurkholifah Sumber, Karangan Trenggalek 205. Kyai Ahmad Yunus Kamulan, Gunungcilik Trenggalek 206. Syech Asmoro Qondi Gesik Harjo Palang Tuban 207. Kyai Mahmudin As’ari Bejagung Semanding Tuban 208. Kyai abdul Jabbar Nglirip Singgahan Tuban 209. Kyai Punjul Nglepon Jatirogo Tuban 210. Kyai Abd. Fatah Hasan Tholabi Mk. Mangunsari Tulungagung 211. Kyai Noeryahman Mk. Bakalan Tulungagung 212. Kyai Doel Adhim Betoran Tulungagung 213. Kyai Mansyur Tsani Tawangsari Tulungagung 214. Kyai Moh. Syarif Majan Tulungagung 215. Kyai Hasan Mimbar Majan Tulungagung 216. Kyai Langkir Winong Tulungagung 217. Kyai Khusen Mk. Kedung Sangkal Tulungagung 218. Kyai Hasan bin Ahmad Ngadirogo, S. Gempol Tulungagung 219. Kyai Maddhali Tawangsari Tulungagung 220. Kyai Abd. Aziz bin Taruno Sumur Warak, Ngunut Tulungagung 221. Kyai Basyaruddin Srigading, Kalangbret Tulungagung 222. Kyai Mansoer Bancaan, Mj. Sari, Kalangbret Tulungagung 223. Kyai Abd. Hamid bin Ahmad Sumput, B. Rejo Tulungagung 224. Kyai Gozali Kauman, Kalangbret Tulungagung 225. Kyai Mustaham Bancaan, Kalangbret Tulungagung 226. Imam Hambali bin Rohmad Karangwaru Tulungagung 227. Kyai Mustaqin Kauman, Kalangbret Tulungagung 228. Kyai Hasan Mimbar Kauman, Kalangbret Tulungagung 229. Sunan Kuning Imam Hanafi Macan Bang, Gondang Tulungagung 230. Kyai Abu Sujak Cepean, Sembung Tulungagung 231. Kyai Hasan Anom As’ari Kalituri Tulungagung 232. Kyai Jauhari Mahmud Notorejo Tulungagung 233. Kyai Abdullah Fatah Surontani Tanggung, Boyolangu Tulungagung 234. Kyai Mundir Badrawi Campurdarat Tulungagung 235. Kyai R. Fatah bin Qosim Bedalem Tulungagung 236. Kyai Toermudi bin Munir Bedalem Tulungagung 237. Kyai Abuyusak bin Rokib Bangunmulyo, Pakel Tulungagung 238. KH. Dimyati Campurdarat Tulungagung 239. Sayid Mursad Campurdarat Tulungagung 240. Syech Guruwali Nurhidayatullah Popoh Tulungagung 241. Kyai mahmud bin Tohir Bangunmulyo, Pakel Tulungagung 242. Kyai Abuhasan bin Rowi Bangunmulyo, Pakel Tulungagung 243. Syech Wahyuddin Baidlowi Pojok Tulungagung 244. Kyai Zakarsi bin Mahfud Gadingan, Sembung Tulungagung 245. Kyai Kurdi bin Hudoyono Tanijayan, Bolorejo Tulungagung 246. Kyai Maulana Klampisan, Gondang Tulungagung 247. Kyai Hasan Anom Keboireng, Besuki Tulungagung 248. Wali Somu Gedongan, Combor Tulungagung 249. Kyai Wonosegoro Setran Gondomayit Sine, Kalipasir Tulungagung 250. Petilasan Wonogiri Kayangan Tirtomoyo Wonogiri 251. Sutowijoyo P. Senopati Kota Gede Yogyakarta 252. LM. Sujono HB. Awal Imogiri Yogyakarta 253. Syech Jumadil Qubro Gunung Turgo Kaliurang Yogyakarta 254. Sultan Agung Imogiri Yogyakarta 255. Syech Ahmad Almaghrobi Jati Anom Yogyakarta 256. Kyai Ashari Lempuyangan Yogyakarta 257. Kyai Munawir Kerapyak Yogyakarta 258. Kyai Nuriman Mlangi Yogyakarta 259. Kyai Ahmad Dardiri Lepunyangan Yogyakarta 260. Syech Dalhari Gunungpring Watucongol Magelang 261. Syech Fajarrozi Bulu Salaman Magelang 262. Ki. P. Poerwonegoro – Purwosari Tretep Temanggung 263. Ki Trenggono – Muneng, Candiroto, Temanggung 264. Ki Abdullah – Nglarangan, Parakan, Temanggung 265. Ki Pandanaran – Bejen, Jumo, Temanggung 266. Ki Kendel Wesi – Jlapa, Kedu, Temanggung 267. Ki Prabu – Muncar, Parakan , Temanggung 268. Ki Prabu Makukuan – Kedu, Tretep, Temanggung 269. Ki Yahya – Parakan, Temanggung 270. Ki Dendo Yudo – Purwosari, Temanggung 271. Ki Rasyidi – Growo, Sukorejo, Temanggung 272. Ki Ageng Murhammad – Kranggan, Temanggung 273. Ki Ageng Bale – Balekerso, Kramat, Temanggung 274. Ki Ageng Krapyak- Gempol Temanggung 275. Syeh Sulaiman – Bojonegoro, Kedu, Temanggung 276. Syeh Patris – Bojonegoro, Kedu, Temanggung

daftar nama wali allah di indonesia